duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

WISDOM 2010 Pendidikan Harus Dukung Pembangunan EFSD

WISDOM 2010
Pendidikan Harus Dukung Pembangunan EFSD
Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
Rabu, 13 Oktober 2010 | 14:13 WIB
KOMPAS/BUYUNG WIJAYA KUSUMA
Penanaman tersebut harus dimulai sejak dini mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu upaya mempertahankan eksistensi kebudayaan dilakukan melalui Education for Sustainable Development (EFSD), yakni pendidikan yang menyisipkan wawasan dan konsep secara luas mendalam dan futuristik mengenai lingkungan global.

Perguruan tinggi menjadi salah satu lembaga yang berperan aktif dalam pembangunan karakter dan pembangunan bangsa.
-- Wiendu Nuryanti

Hal itu diungkapkan Prof Wiendu Nuryanti, pakar pariwisata dan guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Rabu (13/10/2010), di Jakarta. Menurut Wiendu, pendidikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (EFSD) itu memberi kesadaran dan kemampuan kepada semua kalangan (terutama pada generasi mendatang) untuk berkontribusi lebih baik bagi pengembangan berkelanjutan pada masa sekarang dan yang akan datang.

Pendidikan berkelanjutan tersebut menekankan pada adanya keseimbangan dalam tiga pilar yaitu keberlanjutan ekonomi, berkeadilan sosial, berwawasan lingkungan dan budaya. Penanaman tersebut harus dimulai sejak dini mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi.

"Perguruan tinggi menjadi salah satu lembaga yang berperan aktif dalam pembangunan karakter dan pembangunan bangsa," papar Direktur Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Untuk membahas masalah-masalah kearifan lokal dan ketahanan budaya itulah UGM berinisiatif menyelenggarakan WISDOM 2010, yang diikuti peserta dan delegasi dari lima benua dan menghadirkan tokoh-tokoh dari dalam negeri dan luar negeri antara lain, Prof Dr Muhammad Yunus (Banglades), seorang pemenang Nobel di bidang micro-finance .

Wiendu berpendapat, WISDOM 2010 dipandang tepat untuk menjadi agenda pendahuluan World Culture Forum 2012 sebagai ajang diskusi dan aksi konkret segenap pemangku kepentingan dalam pembangunan dan pengembangan kebudayaan dan pendidikan nasional untuk merumuskan kebijakan maupun pemecahan masalah sebagai dampak dari globalisasi pada semua aspek.

Bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan kegiatan WISDOM 2010 adalah akan diselenggarakan Colloquium in Honour Dr Ann Dunham Soetoro dan Prof Dr Mubyarto. Alasannya adalah karena Dr Ann Dunham Soetoro (ibu kandung Presiden Amerika, Barrack Obama) dan Prof. Dr. Mubyarto merupakan pejuang-pejuang dalam bidang ekonomi yang berbasis kerakyatan, katanya.

WISDOM 2010 yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 8-11 November 2010, menurut rencana dibuka dengan menampilkan pidato Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, serta Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved