duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

KURIKULUM Bekali Anak Cerdas dengan "Green Growth"

KURIKULUM
Bekali Anak Cerdas dengan "Green Growth"
Laporan wartawan KOMPAS.com Laksono Hari Wiwoho
Rabu, 13 Oktober 2010 | 13:41 WIB
shutterstock
Ilustrasi: Pada 2002, Korsel menerbitkan Undang-undang tentang Pendidikan Anak Cerdas Istimewa dan ini memicu perkembangan pendidikan khusus bagi anak-anak bertalenta tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengoptimalkan pembangunan ekonomi berbasis lingkungan, Indonesia perlu membekali anak-anak dengan kecerdasan istimewa dengan pengetahuan mengenai sinergi lingkungan dan ekonomi (green growth ).

Kita banyak belajar dari Korea bagaimana mereka memperlakukan anak-anak cerdas istimewa ini. Finarya Legoh

Asisten Deputi Data dan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kementerian Riset dan Teknologi Finarya Legoh mengatakan bahwa kecerdasan istimewa pada anak-anak ini merupakan aset berharga bagi negara untuk pembangunan pada masa depan. Sistem pendidikan nasional di Indonesia, papar Finarya, sebetulnya sudah mengatur secara khusus mengenai pendidikan bagi anak-anak berbakat istimewa, yakni anak yang memiliki IQ lebih dari 130. Akan tetapi, proses pembelajaran bagi anak-anak ini belum optimal, misalnya karena kurang tepatnya proses seleksi siswa, kurangnya kualitas dan kemampuan pendidik, serta padatnya kurikulum pendidikan di Tanah Air.

Untuk itu, Finarya menekankan perlunya pengembangan bakat anak cerdas istimewa ini seperti sudah dilakukan oleh Korea Selatan. Pada 2002, Korea Selatan menerbitkan Undang-undang tentang Pendidikan Anak Cerdas Istimewa dan ini memicu perkembangan pendidikan khusus bagi anak-anak bertalenta tersebut.

Kurikulum green growth sudah diajarkan pada sekolah-sekolah dan diperdalam lagi pada tingkat universitas. Korean Advanced Institue of Science Technology (KAIST), misalnya, membuat laboratorium-laboratorium khusus bagi anak-anak cerdas di sekolah menengah atas.

"Kami ingin mengembangkan program-program yang bisa diserap oleh anak-anak cerdas istimewa. Jadi, yang kami utamakan adalah program green growth ," kata Finarya dalam diskusi Indonesia-Korea Forum mengenai Green Growth and Gifted in Science Towardas Nation Buliding di Jakarta, Rabu (13/10/2010).

"Kami banyak belajar dari Korea Selatan bagaimana mereka memperlakukan anak-anak cerdas istimewa ini," ujarnya.

Finarya menambahkan, untuk menjalankan program-program khusus tersebut, Kementerian Riset dan Teknologi harus bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional agar tidak terjadi tarik-menarik kepentingan antar-kementerian.

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved