duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

WISDOM 2010 Kembangkan Kearifan Lokal yang Relevan

WISDOM 2010
Kembangkan Kearifan Lokal yang Relevan
Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi
Rabu, 13 Oktober 2010 | 13:28 WIB
UGM
World Conference on Culture, Education and Science (WISDOM) 2010 di Yogyakarta, 8-11 November mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia mempunyai pilihan selain terjun dalam kancah pergaulan dan interaksi kebudayaan lintas bangsa. Pasalnya, globalisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta interaksi yang sangat intensif bidang dan lintas bangsa telah mendorong semakin derasnya arus informasi, aliran modal, produk barang dan jasa, serta mobilitas manusia.

Skala interaksi lintas bangsa dan lintas budaya yang semakin intensif telah membawa pengaruh terhadap eksistensi dan identitas budaya suatu bangsa. Wiendu Nuryanti

Hal itu diungkapkan Prof Wiendu Nuryanti, pakar pariwisata dan guru besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Rabu (13/10/2010) di Jakarta. "Skala interaksi lintas bangsa dan lintas budaya yang semakin intensif telah membawa pengaruh terhadap eksistensi dan identitas budaya suatu bangsa, khususnya nilai-nilai kelokalan yang ada," ujar Wiendu.

Dia menjelaskan, diperlukan pengembangan kearifan-kearifan lokal yang relevan dan kontekstual, serta memiliki arti penting bagi berkembangnya suatu bangsa. Hal itu terutama jika dilihat dari sudut ketahanan budaya, di samping juga mempunyai arti penting bagi identitas daerah itu sendiri.

Kearifan-kearifan lokal pada dasarnya dapat dipandang sebagai landasan bagi pembentukan jati diri bangsa secara nasional yang sering kali berfungsi sebagai sumber atau acuan bagi penciptaan-penciptaan baru.

"Misalnya, dalam bahasa, seni, tata masyarakat, dan teknologi yang kemudian ditampilkan dalam perikehidupan lintas budaya," kata Wiendu, terkait rencana penyelenggaraan World Conference on Culture, Education, and Science (WISDOM) 2010 di Yogyakarta, 8-11 November mendatang.

Wiendu, yang menjadi ketua bidang konferensi penyelenggaraan WISDOM 2010, lebih lanjut mengatakan, masyarakat tidak mungkin mengisolasi diri dari kemungkinan interaksi kebudayaan maupun pengaruh ideologi atau informasi dari luar. Sebaliknya, upaya untuk terus berinteraksi dan eksis dalam pergaulan budaya secara global, maka diperlukan ketahanan budaya yang diharapkan akan menjadi fondasi untuk mempertahankan eksistensi kebudayaan.

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved