duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

ITB Kembangkan Metode Teleconference

BANDUNG, (PRLM).-Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan metode teleconference dalam perkuliahan sehingga mahasiswa bisa mendapatkan kuliah dari pemateri dari jarak jauh termasuk luar negeri. Fasilitas teleconference tersebut diresmikan pertama kali dan berada di ruang TVST A yang dibangung dengan biaya Rp 400 juta.

Dalam ruangan itu, terdapat layar besar yang berukuran 2 x 1,5 meter. Layar besar inilah yang dijadikan sebagai media teleconference. Pada acara serah terima ruang TVST A, Rektor ITB Akhmaloka sempat menguji coba layanan teleconference dengan pejabat PT Pertamina di Jakarta. Fasilitas kuliah ini merupakan sumbangan dari alumni ITB angkatan 1982

Ketua Reuni Ikatan Alumni ITB Angkatan 1982 Redesmon Munir mengatakan implementasi teleconference menggunakan teknologi ISDN. Teknologi ini adalah jaringan yang menyediakan hubungan digital untuk mendukung seluruh telekomunikasi baik suara data maupun gambar sehingga seluruh pelayanan tersebut bisa diakses pelanggan.

“Sekarang dosen dari Amerika pun bisa mengajar di ITB tapi tidak perlu datang ke sini,” kata dia saat acara penyerahan teknologi teleconference tersebut kepada Rektor ITB, Jumat (8/10).

Dia mengatakan, ITB dapat memanfaatkan teknologi teleconference ini untuk mengundang para pakar dari luar negeri sehingga bisa memberikan kuliah bagi para mahasiswa ITB. Dengan demikian, ITB tidak perlu mengeluarkan ongkos perjalanan pemateri.

“Tapi syaratnya di sana juga harus ada teknologi yang sama. Teknologi ini bisa dimanfaatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan,” terangnya.

Menurut Redesmon, fasilitas ini terinspirasi saat melakukan pertemuan antara alumni ITB angkatan 1982. “Dari situlah tercetus kalau ruang kuliah saat ini seharusnya lebih modern dibandingkan dulu. Fasilitas teleconfrenece merupakan salah satu yang bisa ide dari kami untuk menciptakan fasilitas kuliah yang lebih modern” ujarnya.

Ide tersebut kemudian dikembangkan dan mulai dibangun sejak tahun lalu di sebelah Gedung Oktagon. Seluruh biaya pembangunan dan renovasi berasal dari alumni ITB angkatan 1982. “Ternyata yang paling mahal adalah fasilitas Auidionya,” ujar dia.

Sementara itu Rektor ITB Akhmaloka mengapresiasi sumbangan fasilitas dari para alumni tersebut. Menurutnya, sebagai kampus yang berbasis pada science dan teknologi, sudah seharusnya ITB dilengkapi oleh peralatan yang mendukung. “Kita akan manfaatkan teknologi ini dengan seoptimal mungkin,” tutur Akhmaloka. (A-185/kur)***

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved