duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Murid Baru di Kota Bandung Harus Tanam Pohon

BANDUNG, (PRLM).- Seluruh sekolah di Kota Bandung diimbau untuk meminta setiap siswa barunya membawa bibit pohon sehingga bisa ditanam saat tahun jaran baru. Dengan demikian setiap tahunnya diperkiarakan terdapat 150.000 pohon baru yang ditanam di Kota Bandung.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda saat Semiloka Pendidikan Lingkungan Hidup bagi Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Lingkungan Hidup se-Kota Bandung di Aula Dinas Pendidikan Jawa Barat, kamis (7/10). Dia mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan memberikan imbauan tersebut kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.

Selanjutnya Dinas Pendidikan diminta meneruskannya ke setiap sekolah. Dia mengatakan, penanaman bibit pohon ini bertujuan untuk membentuk komitmen kuat pada masyarakat agar menjaga lingkungan. “Sehingga setiap pohon yang ditanam memiliki ikatan emosional dengan masyarakat karena dipelihara sejak kecil,” ujarnya.

Meskipun demikian, kata Ayi, gerakan ini membutuhkan komitmen yang sangat kuat dari kepala sekolah. Imbauan ini memang tidak memiliki sanksi, tapi dituntut kesadaran dan inisiatif dari masing-masing sekolah. Ayi berkata, imbauan ini sejalan dengan komitmen pemerintah Kota Bandung untuk menciptakan kondisi “hijau”.

Saat ini Pemerintah Kota Bandung telah menargetkan untuk menanam 200.000 pohon setiap tahunnya. Selain menanam pohon, setiap sekolah yang ada di Kota Bandung juga ditargetkan tidak memperbolehkan menerima kendaraan yang belum lolos uji emisi pada akhir tahun ini. Sebelumnya sebanyak empat kantor pemerintahan Kota Bandung menetapkan tidak memperbolehkan mobil yang lolos uji emisi untuk parkir. Kantor tersebut adalah Balai Kota, Biofarma, Kantor Kejaksaan, dan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan.

“Nanti ditargetkan seluruh kantor pemerintahan di Kota Bandung memberlakukan peraturan yang sama, begitu juga dengan sekolah. Untuk sekolah, (peraturan) itu bisa ditetapkan akhir tahun,” ujar dia. Dengan adanya komitmen tersebut, kata Ayi, diharapkan akan melahirkan generasi yang berkomitmen tinggi untuk menjaga lingkungan di Kota Bandung. Komitmen tersebut perlu mulai ditanamkan sejak dini kepada siswa.

Sementara itu Kepala Sub Bidang Kampanye Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup, Sasmita Nugroho, mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup terus mendorong adanya sekolah ramah lingkungan di antaranya melalui program Adiwiyata. Sejak diadakan pertama kali pada tahun 2006, sudah ada sekitar 150 sekolah di Indonesia yang mengikuti Adiwiyata.

Dia mengatakan, idealnya seluruh sekolah di Indonesia mengikuti program ini. Namun kondisi di lapangan masih terbatas sehingga dilakukan secara bertahap. Tahun depan sebanyak empat sekolah baru dari masing-masing provinsi akan diikutsertakan dalam program ini. (A-185/das)***

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved