duniapendidikan, erainternet, duniaedukasi, memilihwebsite, memilahwebsite, solusicerdas, sumberinformasi
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

OPSI 2010 IPS, "Ladang" Baru Penelitian Siswa

OPSI 2010
IPS, "Ladang" Baru Penelitian Siswa
Laporan wartawan Kompas.com M.Latief
Jumat, 8 Oktober 2010 | 11:08 WIB
shutterstock
ILUSTRASI: IPS dan Humaniora (ekonomi dan manajemen, sejarah dan kebudayaan, bahasa dan kesusastraan, pendidikan dan psikologi, sosiologi dan antropologi) dihadirkan sebagai pengembangan OPSI sehingga penelitian siswa menjadi lebih luas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun ini dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Kelompok Sains Dasar (matematika, fisika, kimia, biologi), Kelompok Sains Terapan (ekologi, mesin dan eletronika, komputer/informatika, kesehatan, pertanian), serta IPS dan Humaniora (ekonomi dan manajemen, sejarah dan kebudayaan, bahasa dan kesusastraan, pendidikan dan psikologi, sosiologi dan antropologi). Dihadirkannya penelitian bidang IPS menjadi pengembangan OPSI yang baru sehingga bidang penelitian siswa menjadi lebih luas.

Kami ingin budaya meneliti itu benar-benar menyebar di kalangan siswa sejak SD sampai SMA.
-- Suharlan

"Pada tahap penjurian, dari 983 naskah penelitian yang diterima panitia terdapat 240 makalah yang masuk dari bidang sains dasar, 472 dari bidang sains terapan, dan 199 dari bidang IPS dan humaniora," ujar Kepala Seksi Bakat dan Prestasi Siswa Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdiknas, Suharlan, kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (8/10/2010).

Untuk melakukan proses seleksi terhadap 983 makalah itu, kata Suharlan, Direktorat Pembinaan SMA telah membentuk tim juri dari beberapa pakar penelitian dan dosen berbagai perguruan tinggi negeri dengan latar belakang ilmu ataupun bidang yang diteliti.

"Penilaian mereka (dewan juri) secara garis besar meliputi aspek-aspek antara lain keterpenuhan metode ilmiah, keunikan ide penelitian dan kreativitas, peluang aplikasi, orosinilitas, serta kebahasaan," lanjut Suharlan.

Suharlan, mengatakan, OPSI merupakan format baru dan penyempurnaan dari kegiatan Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) sebagai pintu gerbang prestasi para siswa Indonesia di kancah internasional seperti yang diatur dalam Permendiknas nomor 34 dan 38 tentang pembinaan prestasi peserta didik. Hal tersebut untuk menghindari kompetisi-kompetisi internasional yang digelar tanpa melalui proses seleksi secara terbuka yang hanya menunjuk dan membina sekolah-sekolah tertentu.

"Kami ingin budaya meneliti itu benar-benar menyebar di kalangan siswa sejak SD sampai SMA," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, OPSI 2010 digelar untuk yang kedua kalinya sebagai wahana pengembangan dan kompetisi dalam bidang penelitian bagi siswa/siswi tingkat SMP dan SMA, baik bersifat pengungkapan (discovery ) maupun penemuan (inovation ). OPSI dibuka sejak Rabu (4/10/2010) diikuti 95 peserta dari tingkat SMP-SMA dan akan ditutup pada Sabtu (9/10/2010) ini.

Adapun beberapa karya menarik dari OPSI 2010 antara lain "Bakso Keong" karya SMA 1 Muhammadiyah Solo, "Seni Wayang Potehi" karya SMAN 3 Kediri, serta "Tren Lesbian pada Remaja" karya SMA RSBI Negeri 1 Cibadak, Jawa Barat.

Copyright © 2018 effendi · All Rights Reserved